Proyek baru Mosaic ini akan memberikan dukungan yang fokus dan kesempatan mentoring kepada para tahanan Muslim dalam periode rapuh transisi dari penjara kembali ke masyarakat. Mosaic akan bekerjasama dengan Muslim Youth Helpline (MYH) dan Business in the Community (BTC).
Akhir-akhir ini semakin banyak bukti mengenai kesulitan yang dihadapi oleh tahanan Muslim ketika kembali ke masyarakat dengan stigma sosial yang dilekatkan padanya, dan sebagai konsekuensinya kerapuhan mereka terhadap pengaruh-pengaruh negatif.
"Terdapat isu-isu nyata yang harus dihadapi oleh mereka yang kembali ke masyarakat luas setelah keluar dari penjara. Kami harus membantu individu-individu ini menjalani kehidupan yang produktif di masa depan, daripada menjadi mangsa dari pengaruh negatif. Proyek ini memberikan kesempatan pada orang-orang yang telah sukses untuk mendukung anggota komunitasnya di saat mereka paling membutuhkan dukungan. Saya mendesak kalian untuk terlibat," ujar Iqbal Wahab, pendiri Road Restaurant dan anggota dewan Mosaic.
Program ini memberikan dukungan kepada tahanan berusia 16-25 tahun di akhir masa tahanan mereka, menyediakan mentor terlatih untuk membantu mereka melalui transisi sulit kembali masyarakat dan terutama ke tempat kerja.
Proyek ini akan beroperasi di London, Birmingham, Manchester, Bradford, dan Leicester. Program ini bertujuan memberikan dukungan untuk 50 tahanan di tahun pertama, meningkat hingga 100 tahanan tiap tahunnya di tahun ketiga.
Para mentor akan mulai mengunjungi klien-klien di penjara dengan tujuan untuk memperoleh kepercayaan dan pemahaman yang lebih baik akan kebutuhan mereka dan membantu mereka mempersiapkan diri untuk dibebaskan. Setelah dibebaskan, mentor akan terus mendukung klien dengan memberikan dukungan emosional, mencarikan kesempatan kerja dan dukungan umum seputar tempat tinggal, pendidikan, dan isu-isu terkait.
Di tahun 2004, Muslim Youth Helpline meluncurkan kampanye "Di Balik Jeruji" selama bulan Ramadhan untuk meningkatkan kesadaran akan tekanan terhadap tahanan Muslim. Dengan dukungan dari para ulama dan komunitas Muslim, kampanye itu berkembang dengan paket-paket hadiah dan pesan dukungan yang didistribusikan ke 1.053 Muslim di 19 penjara pada tahun 2005, berkardus-kardus hadiah dikirimkan ke 2.500 tahanan pada tahun 2006 dan 3.000 kardus dikirimkan ke tahanan Muslim di 51 institusi pada tahun 2007.
Menyusul kampanye tahun 2006, MYH melakukan evaluasi terhadap kampanye dengan menyebarkan kuesioner survei ke 400 tahanan. Hasilnya adalah: 30% tahanan Muslim merasa bahwa komunitas Muslim dapat memainkan peran yang lebih baik dalam menjauhkan mereka dari penjara; 35% responden adalah mantan tahanan yang kembali masuk penjara; dari mereka yang kembali dipenjara itu, 63% di antaranya tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan ketika keluar dari penjara untuk pertama kalinya; dari mereka yang kembali dipenjara itu, 82% merasa bahwa dukungan komunitas dan relijius terhadap mantan tahanan yang baru keluar akan mencegah mereka kembali masuk ke penjara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar