Sabtu, 25 Januari 2014

KPK Setuju Pejabat Tinggi Korup Dihukum Mati

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menyatakan setuju dengan usulan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2002-2008 Jimly Asshiddiqie untuk menghukum mati pejabat tinggi yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
“Kalau pejabat tinggi terbukti korupsi, saya setuju dengan statement pak Jimly, hukum mati saja,” ujar Abraham dalam seminar Pekan Politik Kebangsaan di Jakarta, Kamis (12/12/13).
Abraham menilai bahwa para pejabat tinggi melakukan tindak pidana korupsi karena keserakahan, bukan karena kebutuhan sehingga tata cara penanganannya harus berbeda.
Abraham kemudian memberikan contoh beberapa kepala daerah di wilayah tambang, hidup dengan kemewahan. Sementara rakyat di wilayah tersebut hidup dalam garis kemiskinan, bahkan infrastruktur di daerah tersebut sangat buruk.
“Mereka ini serupa pembunuh berdarah dingin. Mereka senyum-senyum karena foya-foya, sementara rakyatnya menderita,” ujar Abraham, dilansir Antara.
Abraham berpendapat bahwa sewajarnya daerah yang kaya akan mineral dan energi, seharusnya pendapatannya dapat dioptimalisasi demi kesejahteraan penduduknya.
Pengusaha tambang seharusnya membayar royalti tambang kepada negara yang nilainya dapat mencapai triliunan rupiah, namun ternyata para pengusaha tersebut justru memberi suap kepada aparatur negara supaya izin penambangan mereka dapat diperpanjang.
“Kemana hasil dari daerah yang kaya ini. Jadi yang diuntungkan hanya sekelompok orang saja, yaitu para pengusaha hitam dan aparatur negara bermental korup,” tandas Abraham.

Mengaku Nabi, Warga Inggris Dihukum Mati di Pakistan



Mengaku Nabi, Warga Inggris Dihukum Mati di PakistanMuslim Pakistan menolak pasal penistaan agama dicabut dari undang-undang pidana.


Sebuah pengadilan di Pakistan menvonis mati pria Inggris karena melecehkan agama dengan cara menyebut dirinya sebagai salah seorang nabi Islam, kata seorang jaksa dan polisi Jumat (24/1/2014).
Mohammad Asghar, pensiunan warga negara Inggris keturunan Pakistan berusia 65 tahun, ditahan pada tahun 2010 di kota Sadiqabad, dekat Islamabad, karena mengaku-aku bahwa dirinya sebagai seorang nabi di dalam banyak surat yang ditulisnya kepada orang-orang.
Pengadilan khusus di dalam penjara Adiala di Rawalpindi, tempat Asghar ditahan, menolak klaim pengacara pembelanya yang mengatakan bahwa laki-laki itu mengalami gangguan jiwa.
“Asghar mengaku sebagai nabi bahkan di dalam sidang pengadilan. Dia mengakui hal itu di hadapan hakim,” kata jaksa Javed Gul kepada AFP.
“Asghar biasa menuliskannya [bahwa dia nabi] bahkan pada kartu kunjungannya,” imbuh Gul.
Dilansir Aljazeera, jurubicara tim pembela Asghar dari Proyek Keadilan Pakistan tidak mengkonfirmasi apakah mereka telah mengontak keluarga Asghar di Skotlandia. Mereka juga tidak memberikan perincian tentang gangguan jiwa yang diderita kliennya, meskipun pengacara itu mengaku memiliki bukti dokumen yang menyatakan Asghar sakit jiwa.
Sementara British High Commission kepada Aljazeera mengatakan, “Kami tidak bisa memberikan informasi apapun, kecuali kami tahu bahwa ada kasus itu.”
Kasus Asghar tersebut mendapatkan perhatian luas dari organisasi-organisasi HAM seperti Amnesty International dan media-media di Inggris dan negara-negara Barat. Berdasarkan pemantauan Hidayatullah.com, dalam laporannya berbagai media Inggris dan Barat bersikukuh mengatakan Asghar gila, mengalami gangguan mental, mengidap schizophrenia dan lain-lain sehingga tidak patut dihukum serta harus dibebaskan segera.
“Mohammad Asghar sekarang menghadapi tiang gantungan semata hanya karena menulis serangkaian surat. Dia tidak layak dihukum …,” kata Polly Truscott, deputi direktur Amnesty International untuk kawasan Asia Pasifik.
Sementara seorang warga Inggris keturunan Pakistan lainnya, Masood Ahmed yang berusia 72 tahun, dijebloskan ke penjara pada bulan Nopember lalu karena kasus penistaan agama, di mana dia adalah penganut Ahmadiyyah.
Dalam hukum pidana Pakistan Pasal 295-C disebutkan barang siapa yang mencemarkan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lewat lisan maupun tulisan atau dengan cara apapun baik langsung maupun tidak langsung, bisa dikenai hukuman mati.
(ad/hidayatullah)

Selasa, 09 Juli 2013

Tata Cara Sholat Jamaah bagi yang terlambat (Makmum Masbuk)

Assalamualaikum…..
Penjelas I
Pernah gak kamu datang ke musholla or masjid waktu sholat jamaahnya sudah mulai? nah….sayang kan kalo kita sholat
sendiri aja, padahal sholat jamaah itu pahalanya sama dengan 27 kali sholat sendiri…. Trus gimana kita bisa ikutan sholat
jamaah yang sudah berlangsung?
Ini disebut makmum masbuk atau makmum yang ketinggalan…..yang harus kita lakukan adalah :
- Jika sholat baru di rakaat pertama, dan imam belum rukuk, maka kita bisa langsung mengikuti imam setelah takbiratul
ihrom,sampai selesai tanpa menambah apapun.
-Jika imam sudah melewati rukuk pada rakaat pertama, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah
takbiratul ihrom, tapi harus menambah 1 rakaat lagi setelah imam salam.
-Jika imam sudah melewati rukuk pada rakaat kedua, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah
takbiratul ihrom, tapi harus menambah 2 rakaat lagi setelah imam salam. 2 rakaat terakhir ya…..
-Jika imam sudah melewati rukuk pada rakaat ke tiga, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah
takbiratul ihrom, tapi harus menambah 3 rakaat lagi setelah imam salam, hitung rakaat terakhir saja.
Contoh : kalo imam sholat ashar sudah selesai rukuk rakaat ke tiga, kita baru ikut jamaah, maka kita takbiratul ihrom, lalu
langsung mengikuti gerakan imam, setelah sholat jamaah selesai (imam mengucap salam) kita berdiri untuk melanjutkan
sholat dengan menambah 3 rakaat lagi, yaitu rakaat ke 2, lalu ke 3 dan rakaat terakhir. Walaupun jamaah tadi sudah selesai,
kita masih mendapatkan kebaikan sholat jamaah sama seperti mereka.
Penjelasan Tambahan;)
Apabila seorang makmum terlambat (masbuk) maka kewajibannya adalah menyempurnakan sholatnya dengan menambah raka’at yang kurang. Karena Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda, “Dan apa yang kalian luput maka sempurnakanlah.” (Hadits Abu Hurairah riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Sabda beliau “sempurnakanlah” artinya lengkapi apa yang kurang dengan menambah kekurangannya, bukan dengan cara memulai dari awal raka’at.
Misal masbuk pada shalat isya (4 rakaat) dan tertinggal 3 rakaat. Setelah imam salam, kita bangun dan tentunya melengkapi 3 rakaat lagi. Urutannya  adalah :
- Rakaat pertama : melakukan tasyahud awal
– Rakaat kedua : tidak ada tasyahud
– Rakaat ketiga : tasyahud akhir dan duduk tawarruk
Telah dimaklumi bahwa dalam sholat yang punya dua tasyahhud terdapat dua kaifiat (cara) duduk, yaitu dengan cara iftirasy pada tasyahhud awal (dengan menancapkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri) dan dengan cara tawarruq pada tasyahhud terakhir (dengan menancapkan kaki kanan dan menyelipkan kaki kiri dibawah kaki kanan sambil langsung duduk meyentuh lantai). Demikian diterangkan dalam beberapa hadits.
Jadi tasyahhud yang bukan pada akhir sholat maka duduknya adalah dengan iftirasy sebab penyebutan tawarruq hanya diterangkan pada akhir tasyahhud saja.
Tapi para ulama berbeda pendapat, bagi masbuk yang mendapati imam sedang duduk tawarruq di akhir sholatnya, apakah dia ikut duduk tawarruq atau dia tetap duduk iftirasy?
Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini,
Diantara masyaikh kami ada menguatkan duduknya adalah duduk tawarruq dengan mengambil zhohir dari hadits “Imam itu dijadikan untuk diikuti”, karena imam duduk tawarruq maka kita juga mesti duduk tawarruq mengikutinya.
Diantara mereka, ada yang menguatkan duduk iftirasy, dan mereka menganggap bahwa duduk imam pada tasyahhud akhri yang dianggap gerakan zhohir adalah duduknya saja, bukan kaifiat duduknya. Karena tidak hubungannya dengan kaifiat duduk, maka harusnya dia duduk iftirasy sebagaimana yang telah dituntunkan. Dan pendapat ini adalah pandangan yang sangat tajam karena mungkin sang imam berpendapat bahwa duduk pada tasyahhud terakhir adalah dengan cara iftirasy (sebagaimana pendapat sebagian ulama).
Dan diantara mereka ada yang mengambil jalan tengah bahwa duduknya adalah duduk tawarruq tapi tidak diwajibkan.
Dari uraian di atas, nampak bahwa makmum yang masbuk belum terhitung duduk tawarruq (belum tasyahhdu akhir) sedangkan doa dalam tasyahhud hanya diajarkan oleh Nabi shollallahu alaihi wa sallam dalam tasyahhud akhir.
penjelasan selengkapnya masuk ke link di bawah ini:
http://jalansunnah.wordpress.com/2010/05/03/tata-cara-mamum-masbuk/

(alemi83)

Selasa, 07 Mei 2013

Ekstrimis Yahudi Dorong Penyerangan Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa (Foto: Reuters)TEL AVIV - Kelompok ekstrimis Yahudi di Israel mendorong kelompok esktrimis lainnya untuk berkumpul di sekita Masjid Al-Aqsa hari ini. Mereka mengajak seluruh warga Yahudi untuk menyerang masjid tersebut.

Ratusan pemukim Zionis mendesak agar warga Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui seluruh gerbang-gerbangnya. Namun anjuran penyerangan ini mendapatkan tentangan dari warga Palestina.

Guna mengkonfrontir serangan tersebut, warga Palestina pun menyerukan perlindungan di sekitar Masjid Al-Aqsa. Mereka bermaksud membuat blokade mencegah penyerangan.

"Esktrimis Yahudi ini bermaksud untuk melakukan skenario serupa di Masjid Ibrahim al Khalil. Kami mendesak seluruh warga Palestina untuk menentang tindakan provokatif tersebut dengan blokade di sekeliling Al-Aqsa," ujar Kepala Komiter Batalyon Palestina Khaled al-Hasani, seperti dikutip ANBA, Selasa (7/5/2013).

Sementara ulama Otoritas Palestina Syekh Akram Sabri turut menentang niatan dari kelompok ekstrimis Yahudi tersebut. Dirinya menuduh pihak Israel memang sengaja membiarkan kelompok ekstrimis itu masuk ke dalam wilayah Al-Aqsa yang pada dasarnya dalam perlindungan pihak keamanan Israel.

Israel Yakin Intifada Ketiga Tidak akan Pernah Terjadi

Warga Palestina yang terus melakukan perlawanan terhadap Israel (Foto: AP)TEL AVIV - Seorang perwira tinggi Israel meyakini bahwa pergerakan intifada ketiga Palestina tidak akan pernah terjadi lagi. Namun dirinya tetap memperingatkan bahwa situasi keamanan Palestina dan Israel masih tetap rapuh.

"Saya tidak yakin bahwa intifada ketiga dari Palestina akan berlangsung. Tetapi situasi keamanan yang ada saat ini masih tetap rapuh," ujar Jenderal Haggai Mordechai, seperti dikutip AFP, Kamis (2/5/2013).

"Kami masih terus waspada. Meski kondisi saat ini tetap aman, militer siap untuk menghadapi berbagai skenario. Kondisi keamanan bisa memburuk setiap harinya," lanjutnya.

Mordechai yang baru saja turun dari jabatan Kepala Angkatan Darat Israel 1 April lalu mengatakan, kondisi tenang yang terjadi saat ini tidak lepas dari kehadiran militer dalam jumlah besar di wilayah konflik. Namun Mordechai tidak memberikan jumlah detail dari pasukan Israel yang dikerahkan.

Salah pemicu keyakinan Mordechai bahwa intifada ketiga tidak akan terjadi adalah, koordinasi keamanan yang terjalin antara militer Israel dengan pihak Palestina yang terus berjalan dengan baik. Koordinasi keamanan ini dilakukan antara beberapa pihak di Palestina yang melakukan intifada pertama di 1987 dan intifada kedua pada 1993.

"Koordinasi keamanan ini sudah menjadi kepentingan mereka (pihak Palestina). Tetapi motivasi mereka menurun setelah adanya rencana rekonsiliasi dengan Hamas," imbuh Mordechai.

"Kerjasama keamanan dengan Otoritas Palestina berjalan dengan baik karena sudah menjadi kepentingan mereka untuk tidak membiarkan kelompok Hamas menguasai Tepi Barat," lanjutnya.

Mordechai menegaskan, rivalitas yang terjadi antara Hamas di Gaza dan Fatah di Tepi Barat tidak berujung. Tentunya kondisi ini sedikit memberikan kelegaan terhadap Israel. Hal tersebut yang membuatnya yakin bahwa intifada ketiga tidak akan pernah terjadi.

Israel Tuduh Pihaknya Diserang Suriah

Tank Israel di dataran tinggi Golan (Foto: Reuters)TEL AVIV - Seorang pejabat militer Israel mengklaim wilayah mereka di Dataran Tinggi Golan diserang mortar yang berasal dari Suriah. Mortar itu jatuh di tengah ketegangan dimana Israel melakukan penyerangan ke Suriah, akhir pekan lalu.

Menurut pihak militer Israel, mortar itu jatuh di wilayah kosong dan tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan. Namun Negara Yahudi itu sudah merasa terganggu serangan mortar tersebut. Demikian diberitakan Al Arrabiya, Selasa (7/5/2013).

Ini adalah ketiga kalinya tembakan berasal dari Suriah mengenai Israel. Sebagian besar dari tembakan itu jatuh ke wilayah Israel tanpa disengaja, karena kondisi perang saudara yang tengah berkecamuk selama dua tahun terakhir.

Dataran Tinggi Golan sudah dilanda ketegangan sejak konflik terjadi di Suriah dua tahun lalu. Tetapi hanya ada persinggungan kecil antara Israel dan Suriah di wilayah perbatasan tersebut. 

Israel yang secara teknis masih dalam konfisi perang dengan Suriah, mencaplok wilayah dataran tinggi seluas 1.200 kilometer persegi itu. Jatuhnya Dataran Tinggi Golan terjadi pada Perang Enam Hari di tahun 1967 antara Israel dengan Suriah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menempatkan tim pengawasnya di Golan sejak 1974 silam. Penempatan tim pengawas itu dilakukan untuk mengawasi gencatan senjata yang masih berjalan antara Israel dan Suriah.

Selama akhir pekan, Israel melakukan serangan ke Suriah. Israel mengklaim serangan itu ditujukan kepada pengiriman senjata dari Iran yang ditujukan kepada kelompok Hizbullah di Lebanon. Dalam kunjungannya ke China, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan sudah menjadi hak dari negaranya untuk melakukan pembelaan diri.

Sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry berkunjung ke Rusia untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas kondisi Suriah, terutama setelah Israel melancarkan serangan.

Kerry berharap bisa merubah sikap Rusia yang selama memiliki pandangan berbeda dengan Suriah. AS kini mencoba melakukan pendekatan dengan Rusia melalu dua pendapat yakni, ancaman AS untuk mempersenjatai opisisi Suriah dan bukti adanya senjata kimia yang dilakukan pasukan Pemerintah Presiden Suriah Bashar Al-Assad.