Saya mendapat beberapa tuduhan Syi’ah sesat seperti:
1. Al Qur’an Syi’ah, Mushaf Fatimah, beda dengan Al Qur’an ummat Islam
2. Sholat Syi’ah hanya 3 waktu
3. Rukun Imannya beda
4. Syahadatnya ada 3.
1. Al Qur’an Syi’ah, Mushaf Fatimah, beda dengan Al Qur’an ummat Islam
2. Sholat Syi’ah hanya 3 waktu
3. Rukun Imannya beda
4. Syahadatnya ada 3.
Saya coba tabayyun langsung ke orang2
yang paham akan Syi’ah atau bisa jadi mereka Syi’ah melalui beberapa
grup. Soalnya di darat saya tidak ada yg kenal..:) Jika kita baca surat
Al Hujuraat 6, tentu kita tahu harus tabayyun/memeriksa kebenaran berita
thd orang yg dituduh. Sebab ada juga “berita” bahkan video ternyata
cuma fitnah. Misalnya video orang Syi’ah sedang manasik Haji dgn Ka’bah
buatan disebut kalau orang2 Syi’ah punya Ka’bah sendiri dan berhaji di
sana. Padahal tiap tahun banyak orang2 Syi’ah yg berhaji dan juga umrah
sehingga kuota Haji mereka yg 50 ribu orang/tahun selalu penuh.
1. Mushaf Fatimah / Al Qur’an Beda?
Menurut Sunni, yang namanya Mushaf itu
konotasinya sama dgn Al Qur’an. Misalnya Al Qur’an Mushaf Usmani. Namun
yang namanya Mushaf Fatimah, ternyata setelah saya tanya ke orang2
Syi’ah bukan Al Qur’an. Tapi kumpulan tulisan2 Siti Fatimah yg berisi
nama2 orang yg masuk surga, nama2 orang yg masuk neraka, nama2 kota,
dsb. Mushaf Fatimah itu konon hilang pada masa Imam Mahdi. Jadi sekarang
secara fisik tidak ada.
Saya lihat waktu di Madinah dan Mekkah, orang2 Syi’ah membaca Al Qur’an yang disediakan pemerintah Arab Saudi di situ. Dan beberapa ayat2 Al Qur’an yang dikutip orang2 Syi’ah di beberapa website saya periksa sama dgn Al Qur’an terjemah versi Depag/Kerajaan Arab Saudi.
Meski Mushaf Fatimah itu aneh, namun karena fisik/bukunya tidak ada sehingga tidak jadi pedoman apalagi pengganti Al Qur’an, menurut saya itu belum merupakan kesesatan/kekafiran.
Saya lihat waktu di Madinah dan Mekkah, orang2 Syi’ah membaca Al Qur’an yang disediakan pemerintah Arab Saudi di situ. Dan beberapa ayat2 Al Qur’an yang dikutip orang2 Syi’ah di beberapa website saya periksa sama dgn Al Qur’an terjemah versi Depag/Kerajaan Arab Saudi.
Meski Mushaf Fatimah itu aneh, namun karena fisik/bukunya tidak ada sehingga tidak jadi pedoman apalagi pengganti Al Qur’an, menurut saya itu belum merupakan kesesatan/kekafiran.
Jadi keliru sekali jika ada orang yang
menganggap Syi’ah punya Al Qur’an yang berbeda, yaitu: Mushaf Fatimah.
Karena Mushaf Fatimah ternyata bukan Al Qur’an. Ini perlu dijelaskan
mengingat ada Khotib di sholat Jum’at yang berapi-api menjelaskan kepada
para jema’ahnya (termasuk saya) bahwa Syi’ah punya Al Qur’an beda yaitu
Mushaf Fatimah. Jadi kita harus mencari tahu/tabayyun dulu sebelum
ceramah ke mana-mana.
2. Syi’ah Sholat Cuma 3 Kali?
Saya ada juga punya teman yang pernah ke
Teheran. Menurut dia Syi’ah sesat karena sholatnya hanya 3x. Dia
mendengar suara adzan hanya 3x. Namun saat saya tanya ke orang2 Syi’ah
di milis FB, mereka bilang bahwa sholat mereka tetap 5x. Namun dilakukan
di 3 waktu sebagaimana Muslim Sunni melakukannya saat sholat Jamak di
perjalanan. Misalnya sholat Dzuhur waktunya digabung dgn sholat Ashar,
Sholat Maghrib dgn sholat Isya.
Dia sebut dalil Nabi menjamak sholat tsb di Sahih Muslim dgn keterangan Nabi menjamak tidak dalam keadaan musafir dan tidak pula ada halangan seperti hujan.
riwayat Muslim, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Zhuhur dan ‘Ashar secara jamak di kota Madinah padahal tidak ada ketakutan, tidak pula sedang bepergian”.
Dia sebut dalil Nabi menjamak sholat tsb di Sahih Muslim dgn keterangan Nabi menjamak tidak dalam keadaan musafir dan tidak pula ada halangan seperti hujan.
riwayat Muslim, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Zhuhur dan ‘Ashar secara jamak di kota Madinah padahal tidak ada ketakutan, tidak pula sedang bepergian”.
hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Rasululloh SAW menjama’ shalat Dhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan Isya’ di Madinah. Imam Muslim menambahkan, “Bukan karena takut, hujan dan musafir”.
Jadi mereka tetap sholat 5 waktu, namun dijamak. Aneh memang, tapi mereka punya dalil.
3. Rukun Iman Beda?
Kalau Sunni, rukun Iman memang 6. Tapi
ini adalah formulasi. Kalau kita baca banyak Hadits dan Al Qur’an, maka
rumusan Iman itu macam2. Ada yang cuma 3 rukun, ada pula yang 5 rukun di
mana takdir tidak termasuk. Di Al Qur’an juga rumusan orang yang
beriman beda dari 6 rukun Iman yg biasa kita pelajari:
“…kebajikan itu ialah beriman
kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak
yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan
orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang
yang benar (IMANNYA)..” [Al Baqarah 177]
Di Al Baqarah 285 juga disebut Rukun Iman hanya ada 5 tanpa Iman kepada Qadla dan Qadar:
“Rasul
telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,
demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka
mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan
yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar
dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan
kepada Engkaulah tempat kembali.” [Al Baqarah 285]
Jadi hanya karena formulasi rukun Imannya
tak menyebut beriman kepada Qadla dan Qadar, belum tentu mereka
sesat/kafir. Kecuali jika mereka benar2 tidak beriman kepada Qadla dan
Qadar.
Syiah hanya memiliki 5 rukun iman, tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat dan Qadha dan Qadar- yaitu:
1. Tauhid (keesaanAllah), 2. Al-’Adl (keadilan Allah) 3. Nubuwwah (kenabian), 4. Imamah(kepemimpinan Imam), 5.Ma’ad (hari kebangkitan dan pembalasan).
1. Tauhid (keesaanAllah), 2. Al-’Adl (keadilan Allah) 3. Nubuwwah (kenabian), 4. Imamah(kepemimpinan Imam), 5.Ma’ad (hari kebangkitan dan pembalasan).
Tapi apa itu berarti Syi’ah tidak beriman
kepada Malaikat, serta Qadha dan Qadar? Jika iya, itu sesat. Tapi
nyatanya mereka tetap beriman kepada Malaikat serta Qadha dan Qadar.
4. Syahadatnya Ada 3?
Selain bersyahadat tidak ada Tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Syi’ah menambah 1 syahadah
lagi: Ali adalah Wali Allah.
Sebetulnya yang sesat itu adalah jika tidak mengucapkan 2 kalimat Syahadat (Syahadat kepada Allah dan RasulNya). Tapi jika mereka mengucapkan itu, maka tidak sesat. Adakah tambahan Syahadah ke 3 membuat mereka jadi sesat/kafir?
Di dalam Islam, selain meminta ummat Islam bersyahadat, Nabi juga meminta ummat Islam untuk bai’at (berjanji setia) kepada Nabi di Baiatur Ridhwan. Saat Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali dilantik pun ummat Islam membai’at/berjanji setia kepada mereka. Adakah itu sesat/kafir?
Sebetulnya yang sesat itu adalah jika tidak mengucapkan 2 kalimat Syahadat (Syahadat kepada Allah dan RasulNya). Tapi jika mereka mengucapkan itu, maka tidak sesat. Adakah tambahan Syahadah ke 3 membuat mereka jadi sesat/kafir?
Di dalam Islam, selain meminta ummat Islam bersyahadat, Nabi juga meminta ummat Islam untuk bai’at (berjanji setia) kepada Nabi di Baiatur Ridhwan. Saat Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali dilantik pun ummat Islam membai’at/berjanji setia kepada mereka. Adakah itu sesat/kafir?
“Sesungguhnya wali kamu hanyalah
Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat
dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS.
Al-Maidah ayat 55)
Ada beberapa perbedaan antara Syi’ah dgn
Sunnah. Pertama2 menurut saya aneh. Tapi setelah saya konfirmasi, mereka
punya dalil juga meski dgn Sahih Muslim di atas. Perbedaan sholat
seperti mereka sholat dgn tangan lurus tanpa bersedekap. Setelah saya
pelajari, bersedekap itu memang sunnah. Itu pun di Sunni macam2
versinya. Ada yg di pusar, ada pula yg di dada. Masih banyak lagi
perbedaannya, namun setelah saya cek, ternyata dari Al Qur’an dan Kitab
Hadits Sunni seperti Muslim pun mereka masih bisa menunjukkan dalilnya.
Kitab Hadits Syi’ah Al Kaafi yang menurut
pembenci Syi’ah sebagai kitab Sahih 100%, ternyata menurut mereka yang
Sahih/bisa dijadikan pegangan hanya 48%. Makanya mereka butuh Imam untuk
mengambil hukum dari kitab2 hadits mereka.
Terus terang sebagian pembenci Syi’ah
juga ada yang kelewatan dalam melakukan Fitnah. Ulama Sunni seperti Prof
Dr. Quraisy Shihab, KH Said Agil Siradj, dan Habib Rizieq Syihab mereka
tuduh sebagai Syi’ah hanya karena membela tidak semua Syi’ah sesat.
Saya dan juga beberapa teman lain di internet juga dituduh Syi’ah
Rafidhoh hanya karena tidak menganggap semua Syi’ah itu sesat. Padahal
kami bukan Syi’ah. Fiqih Mazhab Syafi’ie, sementara Aqidah meyakini
Sifat 20 yg diajarkan Imam Abu Hasan Al Asy’ari. Jadi sebagian pembenci
Syi’ah seperti kelompok Salafi Wahabi memang benar-benar Ahli Fitnah
dari Najd. Syi’ah yang menTuhankan Ali, mencaci-maki
sahabat seperti Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Usman memang sesat/kafir.
Tapi yang tidak melakukan itu, insya Allah masih lurus dan bisa
didekati dengan dakwah. Kalau dijauhi/diisolir, maka perbedaan
Sunni-Syi’ah akan semakin jauh. Ingat, pecahnya Sunni-Syi’ah itu terjadi
saat Khalifah Ali berperang melawan Mu’awiyyah sehingga ummat Islam
pecah terbagi 3: Sunni (Pendukung Mu’awiyyah/Netral), Syi’ah Ali
(Pengikut Ali), dan Khawarij (yang mengkafirkan ummat Islam lainnya).
Pada saat perpecahan terjadi, aqidah dan amal mereka masih sama semua.
Namun perpisahanlah yang membuat perbedaan makin lama makin besar
seiring dengan perjalanan waktu.
Selama lebih dari 1400 tahun ulama Sunni
mentoleransi Muslim Syi’ah untuk berhaji dan umrah ke tanah Suci Mekkah.
Jika mereka kafir, tentu dilarang. Apalagi jika ada ulama yg
memfatwakan darah Muslim Syi’ah itu halal untuk dibunuh termasuk wanita
dan anak2, bisa jadi di Mekkah bukannya kita bisa umrah dan haji dengan
tenang dan damai, malah bermusuh2an/saling bunuh. Jadi hal ini harus
dihindari.
Sebaiknya kita tidak masuk Syi’ah karena nanti belajar sulit, sholat berjama’ah juga repot. Tapi jangan juga sembrono menganggap semua Syi’ah itu sesat apalagi kafir, sebab jika tak benar, label kafir itu bisa melekat kepada kita di akhirat nanti. Jadi harus hati2.
Sebaiknya kita tidak masuk Syi’ah karena nanti belajar sulit, sholat berjama’ah juga repot. Tapi jangan juga sembrono menganggap semua Syi’ah itu sesat apalagi kafir, sebab jika tak benar, label kafir itu bisa melekat kepada kita di akhirat nanti. Jadi harus hati2.
Terhadap kaum Salafi Wahabi yang begitu
semangat memusuhi Syi’ah apalagi sampai menyuruh bunuh kaum Syi’ah, kita
harus hati-hati terhadap adu domba itu. Semut saja jika diinjek akan
menggigit. Apalagi 160 juta orang Syi’ah. Saat mereka membalas, jutaan
Muslim Sunni juga bisa tewas. Contohnya saat perang Iran-Iraq tahun
1980-1988, cuma dalam 8 tahun saja ada 1 juta lebih ummat Islam yang
tewas. Bukan cuma Syi’ah yang tewas, Sunni juga banyak yang tewas. Jadi
kaum Salafi Wahabi tsb meski berkedok Ahlus Sunnah, dengan sikap adu
domba/namimah mereka bisa membantai jutaan Muslim Sunni jika kita
terperangkap adu domba mereka.
Bukan cuma Syi’ah yang dibunuh oleh
Salafi Wahabi, Saat Muhammad bin Abdul Wahhab hidup pun dengan bekerjama
dgn Ibnu Saud dan persenjataan Inggris, banyak ummat Islam sunni di
Thaif, Mekkah, dan Madinah yang mereka bantai dengan tuduhan Musyrik,
Ahlul Bid’ah, sesat, dsb. Jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah
Musyrik, lalu di mana ummat Islam yang lurus? Jadi sekali lagi harus
hati2.
Sebaliknya sebagaimana di Sunni yang ada
aliran sesatnya seperti Lia Eden, Nabi Palsu Mosadek, Ahmadiyyah, dsb,
di Syi’ah juga ada aliran sesat juga (sekitar 10%). Syi’ah Ghulat
menurut Habib Rizieq Syihab menTuhankan Ali. Syi’ah Rafidhoh menghina
istri dan sahabat Nabi dengan sangat keji. Kitab2nya juga ada. Nah
Syi’ah seperti inilah yang harus kita waspadai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar