Senin, 16 April 2013
Paus
Fransiskus, mengatakan pendeta dan umat Kristiani tidak boleh melakukan
tindakan yang mengkhianati firman Tuhan atau mereka justru akan merusak
kredibilitas Gereja Katolik.
Paus Fransiskus sedang berjuang mengembalikan kredibilitas Gereja
setelah serangkaian skandal, termasuk kekerasan seksual terhadap anak
oleh beberapa pendeta.
Paus berkhotbah dalam sebuah misa di Basilika Kepausan di luar tembok
Vatikan di Santo Paulus. Sebelum itu ia juga sempat menyapa sejumlah
peziarah dan jemaat Gereja lokal di sekitar alun-alun Santo Petrus.
"Inkonsistensi antara pendeta dan kaum beriman, antara ucapan dan
perbuatan, antara kata-kata dan cara hidup, telah merusak kredibilitas
Gereja," kata Paus seperti dikutip AFP Minggu, (14/04/2013).
"Mereka yang mendengar dan memperhatikan kami seharusnya dapat
melihat apa yang mereka dengar dari bibir kami dalam perbuatan kami,
serta menghantarkan kemuliaan kepada Tuhan!"
Paus Fransiskus membentuk satu badan pengawasan kardinal untuk
membantunya mengelola Gereja dan mereformasi masalah administrasi
pusatnya, yang sebelumnya penuh pertikaian dan dugaan korupsi di bawah
kepemimpinan Paus Benediktus.
Pada kebaktian siang Minggu di Santo Paulus, Fransiskus berucap
setiap umat Kristiani dapat menjadi santo, yang ia sebut sebagai
"kesucian kelas menengah".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar