"Jika Amerika Serikat dan boneka Korea Selatan punya sedikit
keinginan untuk menghindari hamtaman palu godam tentara dan rakyat kita
... dan benar-benar berharap dialog dan berunding, mereka harus membuat
keputusan tegas," kata Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara dalam satu
pernyataan.
"Pertama-tama, sanksi-sanksi resolusi oleh Dewan Keamanan PBB yang
dibuat dengan alasan yang tidak adil harus ditarik," kata badan
tertinggi militer Korea Utara itu dalam satu pernyataan yang dimuat
oleh kantor berita resmi KCNA.
Sebelumnya, Komando tertinggi militer Korea Utara telah mengeluarkan
ultimatum kepada Korea Selatan, menuntut permintaan maaf langsung untuk
"semua tindakan bermusuhan besar dan kecil", kata kantor berita negara
KCNA pada Selasa. "Komando tertinggi Tentara Rakyat Korea Selasa
mengeluarkan ultimatum kepada kelompok boneka Korea Selatan," kata
pernyataan itu.
Ultimatum, yang dikeluarkan bertepatan dengan "Hari Matahari" menandai
ulang tahun pendiri Korea Utara Kim Il-Sung, mengatakan bahwa Pyongyang
akan membalas tanpa peringatan jika Selatan terus melakukan
kegiatan-kegiatan "anti-Korea Utara"-nya. "Tindakan balasan kami akan
dimulai tanpa pemberitahuan sejak sekarang," kata pernyataan itu.
Ketegangan-ketegangan meningkat tajam di Semenanjung Korea pada
Desember setelah Korea Utara menguji tembak peluru kendali jarak jauhnya
Taepodong 2, dan sekali lagi pada Februari ketika melakukan uji nuklir
yang ketiga. PBB menanggapi kegiatan-kegiatan itu dengan beberapa
sanksi.
Jumat, 19 April 2013
Korut Tuntut Hentikan Sanksi Jika AS Ingin Dialog
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar