Jumat, 19 April 2013

Korut Tuntut Hentikan Sanksi Jika AS Ingin Dialog

Seoul, ( Berita ) : Korea Utara Kamis menuntut pencabutan sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa yang diberlakukan untuk uji nuklir dan peluru kendalinya serta janji Amerika Serikat tidak terlibat dalam “praktek perang nuklir” dengan Korea Selatan jika Washington benar menghendaki dialog.
"Jika Amerika Serikat dan boneka Korea Selatan punya sedikit keinginan untuk menghindari hamtaman palu godam tentara dan rakyat kita ... dan benar-benar berharap dialog dan berunding, mereka harus membuat keputusan tegas," kata Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara dalam satu pernyataan.
"Pertama-tama, sanksi-sanksi resolusi oleh Dewan Keamanan PBB yang dibuat dengan alasan yang tidak adil harus ditarik," kata badan tertinggi militer Korea Utara itu dalam satu pernyataan yang dimuat oleh kantor berita resmi KCNA.
Sebelumnya, Komando tertinggi militer Korea Utara telah mengeluarkan ultimatum kepada Korea Selatan, menuntut permintaan maaf langsung untuk "semua tindakan bermusuhan besar dan kecil", kata kantor berita negara KCNA pada Selasa. "Komando tertinggi Tentara Rakyat Korea Selasa mengeluarkan ultimatum kepada kelompok boneka Korea Selatan," kata pernyataan itu.
Ultimatum, yang dikeluarkan bertepatan dengan "Hari Matahari" menandai ulang tahun pendiri Korea Utara Kim Il-Sung, mengatakan bahwa Pyongyang akan membalas tanpa peringatan jika Selatan terus melakukan kegiatan-kegiatan "anti-Korea Utara"-nya. "Tindakan balasan kami akan dimulai tanpa pemberitahuan sejak sekarang," kata pernyataan itu.
Ketegangan-ketegangan meningkat tajam di Semenanjung Korea pada Desember setelah Korea Utara menguji tembak peluru kendali jarak jauhnya Taepodong 2, dan sekali lagi pada Februari ketika melakukan uji nuklir yang ketiga. PBB menanggapi kegiatan-kegiatan itu dengan beberapa sanksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar