Foto : Raja Arab Saudi Abdullah Bin Abdul Aziz (IST)
"Kepedulian (Raja Abdullah) sangat baik, Raja mengutus Dubes Saudi untuk memantau kesehatan Noora. Atase Kebudayaan ohammed al-Issa juga ikut memantau situasi itu. Sementara itu Kepala Garda Nasional Pangeran Miteb memastikan Noora tetap sehat," ujar Khalid al-Ajaji, ayah dari Noora yang terluka di Boston, seperti dikutip Al-Arabiya, Jumat (19/4/2013).
Ajali menegaskan kembali, saat ini putrinya berada dalam proses pemulihan. Pejabat Kedubes Saudi turut menjenguk Noora. Perempuan itu juga akan segera dipulangkan dari rumah sakit.
Seperti diketahui, dua orang warga Saudi terluka dalam ledakan kembar di Boston. Meski muncul dugaan mengenai keterlibatan warga Saudi dalam tragedi bom itu, kedua korban dari Saudi dinyatakan tidak bersalah. Kedubes Arab Saudi di Negeri Paman Sam langsung mengutus pasukannya untuk menjaga korban di rumah sakit.
Insiden bom Boston juga mendapat perhatian khusus dari Kerajaan Arab Saudi. Raja Abdullah mengecam keras tragedi pengeboman itu dan menyebut insiden bom Boston sebagai insiden terorisme yang memalukan.
"Kami juga merasakan sakit dengan munculnya berita mengenai ledakan di Boston, dan kematian itu. Sebagaimana kami mengecam tindakan teror yang memalukan ini, serangan bom itu menyerang warga sipil yang tidak berdosa dan tidak memegang senjata," ujar Raja Abdullah.
"Pelaku bom ini tidak merepresentasikan siapapun kecuali dirinya, tidak ada agama, etnis, atau nilai-nilai tertentu yang membenarkan tindakan teror ini," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar