Jakarta ( Berita ) : Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Jumat
pagi bergerak stabil merespon masih masuknya dana asing menyusul
positifnya ekspektasi pelaku pasar terhadap ekonomi Indonesia.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di
Jakarta Jumat pagi melemah empat poin menjadi Rp9.712 dibanding posisi
sebelumnya Rp9.708 per dolar AS.
Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat [19/04]
mengatakan dana asing yang masuk ke pasar saham yang sudah mencapai 1,8
miliar dolar AS sepanjang tahun ini merupakan salah satu faktor nilai
tukar stabil.
Ia menambahkan revisi pertumbuhan ekonomi global oleh lembaga dana
moneter internasional (IMF) dari 3,5 persen menjadi 3,2 persen tidak
berpengaruh terhadap ekpektasi pertumbuhan ekonomi domestik.
"IMF tetap memproyeksikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh sebesar antara
enam persen-6,3 persen untuk tahun 2013 dengan faktor utama masih
tingginya permintaan domestik," katanya.
Analis Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan pergerakan nilai
tukar rupiah hanya melemah tipis setelah merespon pernyataan salah satu
pejabat tinggi bank sentral Eropa (ECB) yang mendukung rencana
menurunkan tingkat suku bunga jika kondisi ekonomi semakin terpuruk.
"Di sisi lain, ECB juga berencana menurunkan nilai mata uang euro agar
dapat meningkatkan daya saing ekspor di kawasan Eropa turut mendapat
respon negatif dari domestik," tambahnya.
Ia memperkirakan nilai tukar masih dapat bergerak positif seiring dengan
Bank Indonesia (BI) yang tetap mengintervensi sesuai dengan kondisi
fundamental ekonomi dalam negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar